Tuesday, August 14, 2012

Sihir ala OVJ

OVJ (Opera Van Java) merupakan acara komedi yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Program yang disiarkan di salah satu televisi swasta itu mengusung format pewayangan orang. Begitu populernya acara tersebut membuat para pemainnya dikenal di seantero tanah air. Lantas apa yang menjadikan acara yang disiarkan 5 hari dalam seminggu itu mampu menyihir masyarakat Indonesia?

Keberagaman karekter

Personil utama OVJ terdiri dari 5 orang. Parto sebagai dalang dan Andre, Sule, Aziz, serta Nunung yang berlakon sebagai wayang. Kelima personil memiliki warna tersendiri. Parto dan Nunung adalah orang Jawa, Sule dan Aziz orang Sunda, sedangkan Andre adalah orang Batak. Komposisi tersebut memberikan kelucuan tersendiri manakala seorang wayang mencoba berbicara bahasa daerah yang bukan merupakan bahasa ibunya, seperti ketika Sule yang merupakan orang sunda tulen memaksa diri berbicara bahasa Jawa. Hasilnya tentu sudah kita perkirakan. Tak ada perbendaharaan lain yang keluar dari mulutnya selain. “ora opo-opo”, “wani piro”, “ngapusi”, “ojok nesu” .
 
Perbedaan karakter yang melekat pada masing-masing wayang menyuguhkan kekocakkan yang menggelitik. Andre yang masyhur sebagai calon wali kota gagal adalah wayang spesialis menggombal dan bernyanyi. Sule dengan hidung mancung ke belakang merupakan spesialis penyanyi dadakan dan ahli olah air muka. Aziz yang gemar dalam penyamaran tokoh terkenal maupun sama sekali tak dikenal. Nunung yang merupakan satu-satunya wayang perempuan adalah spesialis hantu dan kerapkali ngompol manakala tak kuat menahan tawanya. Dan parto sendiri adalah sosok dalang yang menjadi langganan request penonton untuk menjelma menjadi Ariel Peterpan sekenanya.

Kreatif

Gombal telah menjadi tren saat ini. Bahkan adalah salah satu stasiun televisi swasta yang membuat program yang berjudul raja gombal. Personil OVJ yang jago nggombal sekaligus mempopulerkan permainan kata yang ditujukan untuk merayu adalah Andre. Berikut merupakan salah satu contoh gombalan yang pernah dipakai Andre terhadap “korban”-nya. Andre : “Kamu habis ini mau pergi ke mana?” Korban : “Nggak ke mana-mana, emang kenapa?” Andre : “Kalau gitu pergi ke hatiku aja.” Kejepit (terjepit) merupakan lelucon yang dengan sengaja meletakkan tangan atau bagian tubuh lainnya pada suatu benda seperti pintu, kursi, atau properti lainnya yang tentunya tidak berbahaya karena terbuat dari bahan sterofoam.

Setiap wayang memiliki ciri khas tersendiri dalam melakukan adegan lelucon ini. Andre yang dikenal dengan teriakan “cia-cia-cia”, Parto yang mematenkan “watau-watau”-nya, dan Aziz yang mengambil cara “wataaaau” sebagai ekspresinya. Untuk melakukan lelucon ini, minimal ada 3 orang. Dua orang sebagai aktor utama, dan seorang lagi menjadi korban. Aktor utama bersekongkol untuk menjalankan rencana. Setting dari adegan ini disesuaikan sesuai dengan cerita yang mau dibuat. Yang jelas ketiganya harus berada di tempat yang sama dan berdekatan.

Contoh adegan ini ketika Deddy Corbuzier (yang waktu itu sebagai dalang tamu) menjadi korban. Sebagai aktor utamanya Andre dan Aziz; Andre : “tok...tok...tok...!” Aziz : “Eh, Pak Haji. Ada apa?” Andre : “Mau nyari lampu ada?” Aziz : “Oh, kebetulan ini ada lampu taman.” (sambil nunjuk kepala Deddy) Ini salah satu adegan yang ditunggu-tunggu sebagian penonton. Ini dilakukan dengan mendorong paksa korban atau menjebaknya untuk duduk di kursi “bohongan”. Properti yang digunakan tentunya terbuat dari bahan lunak (sterofoam)

Inovatif

Cerita-cerita yang dihadirkan dalam OVJ selalu segar dan beragam di setiap episodenya. Mulai dari cerita-cerita lokal, tradisional atau modern, hingga cerita-cerita yang berasal dari luar negeri. Hadirnya bintang tamu di OVJ memberikan warna tersendiri. Selain itu, ini juga memberikan job kepada bintang tamu itu sendiri. Bintang tamu adalah public figure dari berbagai latar belakang mulai dari penyanyi, pemain film atau sinetron, olahragawan, hingga para politisi,tentunya memiliki fans masing-masing, sehingga kehadiran mereka akan berperan sebagai magnet.

Spontanitas

Ini adalah sihir terkuat yang ada pada OVJ. Meskipun naskah cerita sudah ditentukan, tapi ketika pementasan berlangsung selalu melenceng dari skenario. Tak jarang ketika sang dalang adalah bintang tamu, mereka dibuat kesal olehnya. Properti yang ada di panggung dibuat memang untuk dirusak. Selain untuk adegan “dorongan”, properti tersebut acap kali di ambil (sebagian atau seluruhnya) untuk dijadikan alat-alat tertentu. Misalnya tiang listrik digunakan sebagai rokok, pegangan kursi untuk korek, meja sebagai alat musik, dan sebagainya. Para wayang di OVJ tampaknya sudah menyatu dan mengenal karekter masing-masing. Ini membuat mereka begitu kompak di setiap adegan. Terlihat ketika salah seorang wayang menggunakan properti tertentu sebagai rokok, segera tanpa diminta wayang yang lain mengambil properti secara acak untuk dijadikan sebgai korek.

Dekat dengan penggemar

Sebagaimana pedagang yang ingin mempertahankan pelanggan, manajemen OVJ menggunakan Roadshow sebagai cara memupuk loyalitas sekaligus lebih dekat dengan penonton. Dan sambutan yang diterima tidak pernah mengecewakan. Mulai dari kedatangan yang disambut bak presiden, sampai antusias warga setempat yang tidak pernah menyisakan ruang kosong di lapangan tempat digelarnya pagelaran. Pernah juga cerita yang dibawakan merupakan kiriman dari pemirsa. Dan pihak manajemen membuka kesempatan bagi pemirsa yang lain untuk mengirimkan ide-ide cerita.

Begitulah kurang lebih sihir yang dimiliki OVJ. Patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, karena masih sangat jarang program buatan anak negeri yang mampu menyita perhatian semua kalangan di negeri ini.

No comments:

Post a Comment