Thursday, August 30, 2012

Manajemen Income Ala M. Syafi’i Antonio





Perbedaan Kebutuhan (needs) dengan Keinginan (wants)

Sebelumnya kita perlu mengetahui perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk mencapai kesejahteraan, namun jika tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Sederhananya kebutuhan itu harus ada untuk kelangsungan kehidupan, sedangkan keinginan hanya bersifat tambahan.

Alokasi Pendapatan (Income)

  1. ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Wakaf)
ZISWAF ini jumlahnya 2.5% dari pendapatan. Anda harus mengeluarkannya segera setelah mendapatkan pemasukan. Jika tidak, seperti pengalaman banyak orang, Anda menunda terus dan bahkan Anda tidak akan pernah mengeluarkan.

Sebagai contoh; pemasukan Anda setiap bulannya adalah Rp. 5.000.000. Maka pengeluaran untuk ZISWAF adalah 2.5% x 5.000.000 = Rp. 125.000.


  1. Tabungan Darurat (Emergency Savings)
Jenis pengeluaran ini berfungsi untuk jaga-jaga di mana kita berada pada situasi yang membutuhkan uang secara mendesak seperti biaya berobat, kecelakaan, atau hal-haI yang mengharuskan tersedianya uang dengan segera pada masa sulit. Idealnya, tabungan darurat ini targetnya Rp. 15.000.000. Anda bisa mencicilnya sebesar 5% setiap bulannya.

Meneruskan contoh di atas. Besaran tabungan untuk mencicil per bulannya; 5% x Rp. 5.000.000 = Rp. 250.000


3. Investasi 



Pengalokasian dana untuk investasi ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Masing-masing orang berbeda meskipun dengan pendapatan yang sama. Tergantung cara pandang terhadap kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Demikian juga seberapa jauh mereka mempersiapkan masa depan mereka.

Contoh sederhananya, seseorang sudah cukup memiliki satu buah hanphone. Namun bagi orang lain tidak demikian. Berikut juga terkait dengan merk handphone yang ia beli.

Dari pendapatan 5 juta tadi. Anda mungkin bisa mengalokasikan Rp 1.625.000 setiap bulannya untuk investasi. Bisa lebih besar atau lebih kecil dari itu. Seseorang tentu saja akan memberikan perhatian lebih besar ketika memiliki anak yang membutuhkan biaya pendidikan. Seperti biaya kuliah.


  1. Belanja
Belanja adalah pengeluaran terakhir setelah ketiga jenis pengeluaran sebelumnya sudah ditunaikan. Di sinilah Anda akan menghabiskan bagian terbesar dari pendapatan. Jika pemasukan Rp. 5.000.000 tadi dikurangi sudah dikurangi kebutuhan-kebutuhan di atas maka sisanya adalahRp. 3.000.000 yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tagihan, dan kewajiban cicilan lainnya.

Perlu diingan kembali, besar kecilnya dana yang akan Anda keluarkan untuk belanja ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup Anda.

Keterangan tambahan
  • Salah satu keutamaan sedekah adalah bertambahnya Rizki (Q.S Al-baqarah : 245 &261)  
  • Selain itu sedekah juga mensucikan jiwa (QS At-Taubah: 103)  
  • Sebaik-baiknya harta yang diinfakkan diperuntukkan kepada kedua orangtua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (Q.S Al-baqarah : 215) 

Gemuruh Nafas



Ketika jiwa kering
Nurani mendamba sambutanMu
Dikala nafsu meronta
Tak lain hati selalu ingin menyapaMu

Gelora mulai merajai
Kenyataan terpukul imajinasi
Terhampar rayuan itu
Berpaling sebatas merengek

Terus melawan kefanaan pasti
Mencoba mengarah kebahagiaan hakiki
Tiada bisa selain bergeming
Tiada kuasa kecuali terpelanting

Ya Rahman...

Penggenggam jiwa
Penguasa kehendak
Sang pencipta gelora

Tiada henti hamba menyungkur kepadaMu

Engkaulah dzat maha segalanya
Keagunganmu tiada kesanggupan penggambaran
Hamba terus dan terus mengeluh di hadapMu
Mencoba berlari untuk selalu memohon petunjukMu