Friday, September 7, 2012

Pelajaran Dari Hujan




Setelah dua minggu lebih di kota tempat tinggalku tidak disambangi hujan, akhirnya tanah kelahiranku diguyur air dari langit. Meski tidak begitu lebat, namun cukup untuk menyegarkan lingkungan yang panas menyengat belakangan ini. 

Hujan merupakan salah satu fenomena alam. Beragam respon mewarnai kedatangannya. Ada yang menanggapinya dengan rasa suka, menolak, penuh harap, bahkan sampai menggerutu karena merasa terhambat aktivitasnya.

Bagaimanapun tanggapan setiap orang, ketika diperhatikan lebih jeli, hujan terdapat banyak pelajaran di dalamnya. Mari kita amati sisi menarik dari siklus air ini.

1) Hujan akan tetap turun pada waktunya meskipun tanpa ditemani kilat maupun guntur. Disiplin selalu ada pada jadwal hujan, bukan jadwal yang diprediksi manusia atas fenomena musimam, melainkan jadwal alami yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Kuasa untuk hujan.

2) Hujan awalnya turun tanpa suara atau bunyi, namun saat menyentuh benda semisal genteng, daun, ranting, tanah, dsb akan menghasilkan suara berdasarkan karakteristik masing-masing benda yang tersentuh. Sifat fleksibel melekat pada hujan. Fleksibilitas sangat diperlukan dalam berinteraksi antar personal, sifat masing-masing orang yang berbeda tidak bisa kita samaratakan. Karena perbedaan sikap itu akan menghasilkan keberagaman persepsi dalam memandang suatu persoalan.

3) Hujan dapat membantu menggemburkan tanah, meskipun pada awalnya tanah tersebut gersang dan tidak dapat ditanami. Dengan demikian hujan berarti dapat membantu menggali dan membangkitkan potensi suatu benda sehingga dapat bermanfaat.

Namun selain itu, hujan memberi pelajaran kepada kita agar selalu siap siaga dan mampu menyiapkan solusi ketika menemui permasalahan, seperti bencana yang timbul akibat tidak siap menyambut hujan.

Demikian akan menjadi pelajaran bagi kaum yang berpikir.

No comments:

Post a Comment