Thursday, January 24, 2013

Strategi Nabi Muhammad SAW

Teladan Nabi Muhammad Saw dalam proses membangun Trust.

Sekitar 25 tahun lamanya Muhammad Saw berkiprah di bidang bisnis. Beliau telah meletakkan dasar-dasar etika dan moral, yang mencakup manajemen dan etos kerja yang mendahului zamannya. Prinsip-prinsip bisnis yang diwariskan Nabi Muhammad Saw dalam membangun kepercayaan publik telah mendapatkan pembenaran akademis sejak penghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21. 

Masih berkenaan dengan upaya Nabi Muhammad Saw dalam membangun kepercayaan dalam bisnis dan muamalah, Machda (2008) mengemukakan bahwa:

Pertama, Muhammad membangun hubungan interpersonal yang amat berkesan di mana pun beliau berada. Beberapa sikap yang penting, antara lain, raut muka yang selalu tersenyum dan memancarkan persahabatan. Beliau selalu menunjukkan fokus perhatian kepada siapa saja yang diajak atau mengajak berbicara. Walau dalam waktu sesaat, Nabi mampu mengingat nama maupun masa lalu dari mitra yang dijumpainya. Muhammad Saw mampu mengangkat suasana menjadi ceria dan mendorong sikap untuk saling mendukung antarsesama sehingga tercipta kondisi optimisme meskipun dalam situasi serba berkekurangan.

Kedua, Muhammad Saw mampu menjelaskan setiap adanya perbedaan cara pandang dan menghargai perbedaan tersebut. Secara pelan tapi pasti, beliau mampu membawa mereka yang berbeda pandangan untuk melihat dari sisi lain, dan menghargai persepsi yang beragam. Dengan perkataan lain, beliau dapat mengarahkan lawan debatnya tanpa terasa dan meyakinkan ke sasaran positif yang diinginkan.

Ketiga, Muhammad Saw mampu menciptakan kepastian, tidak hanya berupa angan-angan normatif. Beliau memperlihatkan sikap menghargai waktu dan tidak mudah obral janji, memperlihatkan kesediaan untuk berkorban, dan tidak hanya mengedepankan kepentingan diri sendiri. Bersama Muhamamad Saw, orang-orang merasa terjamin kepastian masa depannya, meningkat sense of certainty-nya. Pada suatu zaman yang penuh ketidakpastian dan berkembang suasana saling berkhianat, kehadiran sosok yang dapat dipercaya dan diandalkan menjadi dambaan.

Demikianlah di antara sikap dan perilaku Nabi dalam membangun dan mempercepat tumbuhnya kepercayaan dari konsumen, mitra bisnis, serta khalayak luas.

Penulis : Muhammad Syafi'i Antonio

PERASAAN PUN KINI BISA DIUKUR



oleh Agus Mustofa 

Perasaan adalah hal yang abstrak, agaknya benar. Tetapi, apakah karenanya lantas tidak bisa diukur? Eh, kayaknya nanti dulu. Karena, upaya untuk mengukur perasaan itu kini semakin menunjukkan hasil. Meskipun upaya itu masih terus berproses menuju kualitas yang lebih baik.

Bagaimana cara mengukur perasaan? Tentu saja tidak bisa langsung. Melainkan harus diterjemahkan dulu ke bahasa alat. Mirip dengan mengukur gelombang radio atau televisi misalnya. Kita tidak pernah bisa ’melihat’ gelombang radio dan televisi itu dalam bentuk yang sesungguhnya dengan mata dan telinga. Tetapi, kita lantas bisa melihat dan mendengarnya ketika sudah dilewatkan alat terlebih dahulu.

Tenyata, penelitian mutakhir semakin mengarah kepada kemampuan untuk mengukur perasaan itu. Asal muasalnya, disebabkan oleh munculnya zat-zat biokimiawi yang diproduksi oleh otak seiring dengan berubahnya perasaan seseorang. Namanya neurotransmitter. Ada sangat banyak jenis neurotransmitter, yang ternyata sangat khas terkait dengan jenis-jenis perasaan yang terjadi. Neurotransmitter untuk kemarahan berbeda dengan kesedihan, berbeda dengan kegembiraan, berbeda dengan kemalasan, berbeda dengan kecemasan dan sebagainya.

Nah dengan memanfaatkan zat-zat yang diproduksi oleh sel-sel otak itu, kini ’perasaan’ semakin bisa didefinisikan, dan bahkan kemudian diukur kualitas maupun besarnya. Perasaan gembira misalnya, ternyata adalah identik dengan diproduksinya neurotransmitter bernama enkefalin oleh sel-sel otak. Sedangkan rasa cemas, identik dengan keluarnya adrenalin yang membuat jantung berdebar-debar dan berkeringat dingin. Dan, perasaan malas disebabkan oleh munculnya neurotransmitter GABA dan Serotonin.

Proses ini bisa berlaku sebaliknya. Yakni, jika seseorang diinjeksi dengan zat-zat tersebut, yang tadinya tidak gembira bisa menjadi gembira. Yang tadinya tidak cemas bisa menjadi cemas. Yang tadinya tidak malas bisa menjadi malas. Yang tadinya penakut, bisa menjadi pemberani. Yang tadinya sedih bisa menjadi tertawa terus menerus. Dan seterusnya. Wah, ternyata ’perasaan’ mulai bisa dikuantifikasi dengan peralatan...

Sebagian zat itu terkandung di dalam Narkoba. Karena itu, para pemakai narkoba bisa menjadi seperti orang gila dan berperilaku ’aneh’ dikarenakan zat-zat yang terkandung di dalamnya mempengaruhi kerja otaknya. Ada yang terus menerus tertawa, padahal tidak ada yang lucu dari apa yang dilihatnya. Ada yang menjadi tidak punya rasa takut. Ada yang menjadi ’tenang’ berlebihan. Ada pula yang menjadi beringas. Dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, ternyata ’perasaan’ bisa dikonversi menjadi zat-zat neurotransmitter. Dan sebaliknya, zat-zat tersebut bisa dikonversi kembali menjadi perasaan. Dengan demikian, ini bisa dijadikan sebagai media untuk mengukur perasaan. Bukan hanya pada kualitasnya, melainkan juga pada ’dosis’nya secara kuantitatif.

Pengukuran yang lebih maju adalah yang dilakukan secara elektromagnetik. Saya termasuk yang melakukan pengukuran dengan alat semacam itu, yakni menggunakan kamera aura. Dengan mengobservasi getaran tubuh seseorang, ternyata kita bisa mengukur ’suasana hati’ alias perasaannya. Yaitu, setelah diterjemahkan terlebih dahulu menjadi warna-warna cahaya. Tinggi rendahnya frekuensi pada diri seseorang ternyata menggambarkan seberapa besar tingkat emosinya.

Jika emosinya sedang tinggi, maka jantung sebagai ’Hati Luar’ akan bergejolak, berdegup-degup tidak beraturan. Getaran jantung itu merembet ke seluruh tubuh, bisa sampai menyebabkan tangan seseorang gemetaran, bibirnya juga bergetar, dan seluruh tubuhnya menggeletar. Jika dalam kondisi demikian, badan orang itu dihubungkan ke sensor kamera aura, maka bisa dipastikan warna auranya akan merah.

Derajat warna merah itu bermacam-macam, mulai dari yang gelapsampai yang terang. Dan bisa menunjukkan seberapa besar tingkat kemarahannya. Bahkan alat di klinik aura kami, di Surabaya,  bisa merekam secara video dalam kurun waktu tertentu. Sehingga akan terlihat perubahan warnanya secara realtime. Pada saat orang tersebut bisa mengendalikan emosinya, warna merahnya memudar, kemudian berganti menjadi warna-warna yang lebih sejuk. Misalnya, hijau, biru, nila, ungu, sampai putih.

Getaran jantung, getaran perasaan di Otak, dan warna-warna aura yang dihasilkan selalu sinkron secara konsisten. Ini menunjukkan, bahwa perasaan di otak yang sangat abstrak itu setelah ditransfer ke jantung menjadi desiran elektromagnetik yang bisa diukur kualitas dan besarnya. Dengan memahami ilmu warna aura, kita lantas bisa menerjemahkan makna warna itu secara psikologis kembali, bahwa seseorang itu sedang berada dalam pengaruh perasaan tertentu.

Sebagai perbandingan, Anda bisa melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar-pakar Brain-Heart dari Institute of HeartMath. Bahwa gelombang jantung dan otak itu ternyata sangat riil hubungannya sehingga bisa diukur langsung dengan menggunakan Electro Cardio Graph (ECG) dan Electro Encephalog Graph (EEG).

Pancaran gelombang perasaan yang berasal dari otak yang masih lemah, akan menjadi berlipat kali lebih kuat ketika getarannya sudah diresonansikan ke jantung. Ini karena kuat medan jantung berlipat-lipat kali lebih besar dibandingkan otak. Sehingga seperti masuk ke dalam amplifier saja layaknya. Dan kemudian bisa menebar keluar dirinya.

Dalam penelitian itu bisa digambarkan Kuat Medan Elektromagnetik yang muncul dari getaran jantung seseorang. Radiasinya bisa diukur sampai jarak 1 meter lebih dari tubuhnya. Sehingga, bisa mengimbas kepada orang-orang yang berada di dekatnya. Inilah penjelasannya, kenapa berdekatan dengan orang yang emosional, Anda akan ikut-ikutan emosional. Dan berdekatan dengan orang-orang yang sabar, Anda akan terimbas menjadi  sabar pula. Ternyata getaran jantung (Qalb) Anda teresonansi oleh getaran jantung (Qalb) seseorang yang ada di dekat Anda itu.

Bukan hanya kuat medannya, ternyata pola gelombangnya pun bisa menjadi sinkron ketika perasaan kita dengan seseorang itu sepaham dan saling mengerti. Disana juga digambarkan gelombang otak dan gelombang jantung orang yang bersalaman. Ketika belum bersalaman, gelombang otak si A berbeda dengan gelombang jantung si B (tentu saja). Tetapi, ketika bersalaman, gelombang otak si A sinkron dengan gelombang jantung si B, dalam bentuk gelombang yang harmonis.

Maka, apa kesimpulannya…?
Ternyata, manusia memancar-mancarkan gelombang elektromagnetik yang berporos pada mekanisme Otak-Jantung yang kita kenal sebagai bahasa Qalbu. Pancaran itu bisa bersifat internal ~ dalam diri sendiri antara dada & kepala ~ maupun eksternal yang mengimbas orang lain di sekitarnya. Perasaan lembut akan menularkan kelembutan, perasaan kasar akan menularkan suasana emosional yang membuat orang di sekitarnya tidak betah, dan kemudian pergi menjauhinya..!

QS. Ali Imran (3): 159
Maka disebabkan perasaan penuh kasih (rahmat) dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu...

Wallahu a’lam bishshawab
~ salam ~

Wednesday, January 23, 2013

Hidup dalam Keseimbangan


 oleh : Muhammad Syafii Antonio

Nabi Saw menghendaki agar umatnya hidup dalam kewajaran dan keseimbangan. Tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta, tidak pula mempersulit kehidupannya sendiri. Sebuah riwayat menceritakan, beberapa sahabat Nabi memutuskan untuk berpuasa sepanjang hari dan tidak tidur pada malam harinya. Mereka hanya melakukan shalat; tidak makan daging atau makanan sejenisnya, serta tidak mendekati wanita (istri). Ketika mengetahui hal tersebut Nabi Saw berkata, ‘Aku tidak perintahkan untuk melakukan hal-hal semacam itu. Kalian memiliki kewajiban terhadap diri kalian sendiri. Jika kalian dapat berpuasa dan kadang-kadang tidak tidur pada malam harinya, aku tidur dan juga shalat. Kadang-kadang aku berpuasa dan kadang-kadang tidak, aku juga makan daging dan mentega. Maka barang siapa yang tidak mengikuti cara hidupku (sunnahku) dia tidak ermasuk golonganku.”

Nabi Saw melanjutkan, “Apa yang telah terjadi pada orang-orang ini? Mereka melarang pergaulan dengan wanita (istri), makanan yang enak, parfum (wewangian), tidur dan hal-hal baik lainnya bagi mereka di dunia ini. Aku tidak pernah mengajarkan kalian untuk bertapa; dalam agamaku, tidak ada pantangan terhadap wanita, daging, dan juga tidak ada asetisisme. Untuk pengendalian diri, ada puasa dan jihad yang mengandung segala kebaikan asetisisme. Beribadahlah pada Tuhan dan lakukanlah tugas-tugas dan agama, yaitu haji, shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan dan sebagainya. Orang-orang sebelum kalian telah dimusnahkan, karena mereka (yaitu, bersikap ekstrem) dan pada akhirnya terjebak hukum alam (karena mereka menentang hukum alam) dengan bersikap ekstrem. Para pertapa itu adalah keturunan mereka” (HR. Bukhari).


Hadits ini menerangkan prinsip-prinsip Islam yang membenarkan kenikmatan duniawi selama dalam batas-batas tertentu dan tidak berlebihan. Hadits tersebut menekankan pula pentingnya keseimbangan dalam hidup. Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw bersabda “Yang terbaik dari kalian adalah orang yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar Hari Akhir, atau mengejar Hari Akhir demi dunia ini, dan tidak menjadi beban bagi orang lain.”

Nabi Saw menolak seluruh konsepsi agama yang salah yang dibentuk oleh sebagian orang demi memenuhi kepentingannya sendiri. Nabi juga menyatakan bahwa agama tidak mengajarkan kebencian terhadap dunia. Kebencian terhadap dunia tidak serta merta membuat seseorang menjadi saleh. Nabi Saw berdoa untuk kemakmuran para pengikutnya seperti digambarkan dalam hadits ini; “Ya Allah, orang-orang ini tidak mempunyai alas kaki (tidak juga kuda atau unta untuk kendarannya), berilah mereka (kuda atau unta) untuk dikendarai; Ya Allah, orang-orang ini tidak mempunyai pakaian (telanjang); maka berilah mereka pakaian. Ya Allah, orang-orang ini dalam keadaan lapar, maka berilah mereka makanan”. (HR. Abu Dawud).


Menelaah doa yang dipanjatkannya itu, kian  jelaslah bahwa Nabi Muhammad Saw menginginkan supaya umatnya hidup dalam kecukupan. Bukan dalam kondisi yang serba kekurangan atau kemelaratan.

Tuesday, January 22, 2013

Langkah-Langkah Hidup Sehat


Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dijalani untuk mencapai pola hidup sehat, diantaranya adalah konsumsi makanan, olah raga, istirahat, kualitas udara, lingkungan yang sehat, optimis, dan pribadi yang kuat.

Konsumsi Makanan
Konsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan adalah harus bisa memenuhi kebutuhan tubuh, untuk itu anda harus mengetahui tentang makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya, banyak yang belum memperhatikan masalah ini. Bahkan banyak makanan yang sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan sangat diminati, seperti makanan yang mengandung pengawet, junkfood, makanan cepat saji/makanan instan.
Ada beberapa tips makanan sehat:
  • Makanan berlemak tinggi sangat beresiko bagi kesehatan, terutama dari mentega, margarine santan dan dari lemak hewan. Labih baik anda mendapatkannya dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Jeroan, otak, kulit ayam dan kuning telur sebaiknya dihindari. Sebaiknya, sebagai sumber protein , anda memilih susu rendah lemak, yogurt, susu kedelai, ikan dan putih telur. Tetapi jika anda menyukai daging pilihlah daging tanpa lemak.
  • Bahan makanan yang megandung pengawet sebaiknya dihindari. Makanan yang mengandung pengawet dlam jangka panjang dapat memicu kanker.
  • Jadikan air putih sebagai minuman favorit. Kondisikan diri anda “anda belum minum jika belum minum air putih”.
  • Jika anda menyukai makanan yang berwarna-warni, gunakan dari bahan makanan; warna merah dari strawberry, warna hijau dari daun pandan, warna kuning dari kunyit, warna coklat dari bubuk coklat. Jangan berlebihan menambahkan kecap, saus, garam dan penyedap rasa.
  • Buah-buahan dan sayur-syuran harus selalu ada disetiap menu makanan anda.

Olahraga
Olahraga adalah kegiatan yang mudah dilakukan tetapi banyak yang mengabaikannya, pada hal olahraga merupakan sumber kesehatan bagi seluruh tubuh. Olahraga yang teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti akan lebih giat, menurunkan tekanan dara tinggi, menguatkan tulang-tulang, meningkatkan HDL(kolesterol yang baik), mencegah kencing manis, menurunkan resiko kanker, mengurangi stress dan depresi, dan juga akan memberikan kebugaran.

Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup akan memberikan bagi tubuh kita yang letih untuk memulihkan diri dan memberikan cukup waktu bagi tubuh untuk mengembalikan tenaga yang telah dipakai.




Menciptakan Udara Yang Bersih
Bagi yang tinggal di kota besar, tinggal di daerah yang terbebas dari polusi hampir tidak mungkin. Walaupun demikian kita harus berusaha meminimalisir hal tersebut, setidaknya tidak menambah buruk kondisi udara. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan cara seperti menanam tanaman di pot disekeling rumah, dan menyisakan lahan untuk ditanami pohon walaupun lahan itu hanya cukup untuk satu pohon.
Menciptakan lingkungan yang sehat
Jika ingin menikmati kesehatan yang optimal maka selayaknya lingkungan harus dipelihara dengan baik. Lingkungan itu adalah termasuk iklim, air, tanah, tumbuh-tumbuhan, dan atmosfir. Memelihara lingkungan dengan baik berarti tidak mengotori lingkungan dengan segala macam kotoran seperti membuang sampah sembarangan, asap rokok, sisa bahan bakar industri, asap dari mobil ataupun pembakaran sampah dll.

Optimis
Tidak ada sesuatupun yang bisa menghalangi langkah seorang yang selalu optimis memandang hidup. Hambatan dan kegagalan bukanlah suatu halangan untuk terus maju, akan tetapi dianggap sebagai pelajaran untuk langkah berikutnya. Bahkan optimisme juga berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Ini erat kaitanya dengan sistem imun tubuh. Seorang yang optimis akan memandang hidup seperti alunan nada, naik turun mengikuti irama, selalu cerah dan sangat mudah tertawa. Sikap seperti inilah yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Pribadi Yang Kuat
Pribadi yang kuat juga sangat erat kaitannya dengan kesehatan secara menyeluruh. Pribadi yang kuat berarti mampu mengendalikan keseluruhan aktifitas hidupnya. Ada dua komponen penting berkaitan dengan pengendalian diri. Pertama, pantang mengkonsumsi apapun yang bersifat merusak, seperti tembakau, alkohol, narkoba, makanan yang mengandung pengawet dll. Kedua tidak berlebihan dalam menjalani pola hidup sehat.
Sumber : http://polahidupsehat.net/

Percayalah - Last Child


Tau grup band Last Child? Bagi yang suka lagu-lagu Indonesia atau setidaknya mengikuti perkembangannya pasti pernah mendengar nama band ini. Memang tidak terlalu popular dan bukan grup band papan atas Indonesia sih. Tapi setidaknya beberapa lagunya sering nongkrong deretan lagu favorit di beberapa stasiun televisi maupun radio.

Saya juga tidak begitu mengenal grup band ini. Waktu dengerin salah satu lagu dari Last Child, lama-lama kok tertarik dengan isi liriknya yang menurut saya mantap dan membawa pesan tentang hidup. Berikut lirik lagu Percayalah.

Ujian hidup yang selalu menerpamu
Yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara
Rasa perihnya hujan di hatimu
Yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara

Kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya
Yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya
Kita berada di antara benar atau salah
Yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa

Berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
Percayalah, Dia kan menunjukkan kasih-Nya padamu
Melalui jalan-Nya, percayalah

Wahai kamu yang tak seperti mereka
Yang terlihat cerah menjalani hidupnya
Pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja
Jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya

Bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkan-Nya
Memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
Melalui cara-Nya, percayalah

Berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
Percayalah, Dia kan menunjukkan kasih-Nya padamu
Melalui jalan-Nya, percayalah

Bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkannya
Bemohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
Melalui cara-Nya, percayalah