Monday, August 20, 2012

Anugerah Aidilfitri



Disana apakah ertinya Syawal (What does Syawal mean there)
Tangisan dan rintihan tiada henti (The endless crying and groan )
Alangkah hibanya di Aidilfitri (How touched it is in the Eid ul fitr)
Buminya bagai ambal duri (The earth is like “ambal duri”)


Disini hari ini lebaran yang dinanti (It’s here and today the eid which is waited for)
Sanubari bernyanyi suci murni (The soul sings something pure and holy)
Amalan dirahmati pekerti lahir batin (The deed is blessed inner and outer)
Sesuci sebersih lebaran ini (As holy  and clean as this eid )

Bersalam bermaafan (Greeting for forgiving one another)
Keampunan keberkatan (Forgiving for blessing)
Berdendang sehalaman (Singing of neighbourhood)
Bersaudara berpanjangan (Making the brotherhood long)
Yang malang jangan lupa (Don’t forget the unfortune people)
Kusyukuri-Mu Rabbani (I thank to you my God)


Anugerah Aidilfitri (The gift of the Eid ul fitr)
Indahnya hari ini (How beautiful this day)


Mari puji memuji kepada tuhan (Let’s praise to the God)
Titis kasihnya melimpah seluruh alam (His blessing blesses to universe)
Mari puji memuji tuhan yang Esa (Let’s praise to The only God)
Insafi nikmat diberi di hari Raya (Realize the gift which is given in the Eid)

Kebiasaan-kebiasaan Pebisnis Ulung



Pencapaian merupakan manifestasi dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Kebiasaan berupa gerak-gerik yang menjadikannya semakin terampil. Itulah yang akan mengantarkan si empunya kebiasaan tersebut pada kondisi yang lebih baik kedepannya.
Di dunia bisnis, jika diperhatikan ada beberapa kebiasaan yang dimiliki para pebisnis tangguh. Kebiasaan ini melekat erat pada diri mereka dan menjadi karakter paten :



Inventasi

Menempatkan segala modal yang dimiliki di tempat-tempat yang berpotensi untuk berkembang. Itulah kejelian dalam berinvestasi. Investasi berarti kepentingan yang berorientasi pada jangka panjang. Ada pribahasa yang mengamini berbunyi “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” 


Pendelegasian

Mental seorang wirausahawan tulen dapat dilihat dari kecenderungan untuk mendelegasikan pekerjaan demi melakukan pekerjaan lain yang lebih produktif. Pendelegasian mengacu pada beberapa pertimbangan nilai penting; pertama kepercayaan terhadap orang lain. Seseorang yang mampu memberikan kepercayaan kepada orang yang tepat maka ia akan mendapatkan keuntungan berupa keleluasaan waktu, tenaga dan pikiran. Dengan modal itulah ia bisa berinvansi. Kedua pemberdayaan. Pendelegasian berarti memberi kesempatan orang lain untuk bekerja. Ini juga berarti berbagi roti dengan orang lain. Ketiga pengkaderan. Pendelegasian memberi kesempatan orang lain untuk berkembang dan berproses seperti yang dia alami. Berbagi pengalaman dan ilmu yang nantinya memberi manfaat kecakapan hidup untuk orang yang didelegasikan.


Jujur

Jujur yang utama adalah jujur terhadap diri sendiri. Berarti adanya kesadaran untuk terus belajar, terus memperbaiki, dan membuka diri untuk hal-hal yang bisa membuatnya menjadi lebih baik.
Jujur kepada orang lain akan melahirkan kepercayaan. Orang jujur sangat disegani, dihormati dan dicari. Orang berani membayar mahal untuk orang yang jujur. Membayar dengan kepercayaan besar. Orang yang cacat kejujuranya di mata orang lain, selamanya ia akan menyandang citra buruk. Dan itu sungguh menyulitkan.


Adil

Adil mengandung artian bahwa segala sesuatunya ditempatkan di tempat yang pas dan sesuai dengan porsinya. Manusia memiliki tiga sisi yang ketiganya harus dirawat dengan baik. Tubuh, otak, dan jiwa. Adil dengan tubuh berarti mampu menjaga kebugarannya. Tahu kapan waktunya tidur, makan yang layak, olah raga teratur dan kegiatan perawatan badan lainnya. Untuk otak berarti tidak lupa selalu memberikan asupan pengetahuan dan terus ditambah agar berkembang. Otak yang di asah tidak mudah rusak (pikun). Perawatan jiwa tidak kalah penting. Malah terpenting. Orang sehat tapi jiwanya sakit sama saja dengan gila (sakit jiwa).

Kemudian pebisnis ulung tidak akan melupakan berbuat adil untuk orang lain. Jika bekerja sama, dilakukan pembagian yang adil sesuai kesepakatan dan besarnya pengorbanan. Memberi bagian (gaji) kepada orang yang bekerja untuknya dengan gaji yang layak. Rasa adil tidak akan menimbulkan ketimpangan dan kecemburuan. Kecemburuan yang tertumpuk bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan sumber ketidak adilan.

Pebisnis juga manusia biasa yang harus menjalankan kodrat sebagai makhluk yang selalu membutuhkan tuhan. Kendati Tuhan tidak akan berpengaruh atas persembahannya. Ia harus membuat dirinya dicintai Tuhan agar terjaga dan diberi selalu kemudahan hidup.

Profesional

Profesional berarti tahu dan mau apa yang harus dilakukan. Pribadi profesional akan melakukan perkerjaan sesempurna (sebagaimana) pekerjaan itu dilakukan seharusnya. Profesionalnya seorang pebisnis dilihat dari seberapa memuaskan melayani konsumen dengan produk-produk yang berkualitas. Menciptakan sistem yang memudahkan berjalannya perusahaan. Profesional juga berarti terus menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif guna menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan orang-orang yang bernaung di dalamnya. (karyawan, konsumen, mitra, distributor, pemasok)


Dermawan (ahli shodaqoh)

Jika diperhatikan, orang-orang yang berhasil dibidang bisnis tak bisa lepas dari kedermawanan. Kemauan berbagi menjadikan jiwa merasa kaya. Dengan memberi akan tercipta manfaat. Dengan berbagi semangat menghasilkan lebih banyak selalu terjaga.
Kikir tidak akan membuat harta atau usaha berkembang. Kikir mengandung arti ketakutan. Takut akan berkurangnya harta. Sehingga ketakutan itu bertransformasi pada ketakutan mengambil resiko, keraguan melangkah, dan hanya berhenti di tengah jalan. Pada dasarnya segala sesuatu harus terus bergerak dan berputar agar tetap bertahan hidup. Berhenti berarti bersiap mati.


Teman karib resiko

Resiko selalu ada. Jika membuka usaha resiko yang selalu dihadapi berupa :takut gagal, takut dicemooh, takut nggak laku, takut ini dan sebagainya. Resiko memang sealu melekat pada sesuatu yang diperjuangkan. Berani menghadapi resiko adalah sebuah pengerobanan. Seseorang tidak akan mendapatkan sesuatu tanpa berkorban.
Pebisnis handal pasti mengetahui bahwa resiko ada dimana-mana. Di manapun ia melangkah di situlah ada resiko. Jika dia berani menghadapi dia berarti siap menerima keuntungan yang ada dibalik resiko itu. Semakin sering mertemu resiko semakin akrab dengan resiko dan pada akhirnya resiko adalah teman untuk menjadikan keberhasilan terasa lebih berarti.


Sunday, August 19, 2012

Sholat Istisqo




Panas matahari cukup terik. Bergerombol orang merencanakan sholat istisqo (sholat minta hujan). Setelah waktu dan tempat ditentukan mereka membubarkan diri.
Hari yang direncanakan tiba. Beberapa orang sudah berkumpul menuju tempat yang disepakati untuk menyelenggarakan sholat. Mereka tampak menunggu satu orang yang belum datang bergabung. 

Beberapa menit kemudian, seseorang yang ditunggu muncul keluar dari rumahnya. Ia dengan PeDe menenteng sebuah payung di tangan kanannya. Sekejap mata orang-orang tertuju padanya. Selanjutnya tawa pun pecah. Mereka geli dan sedikit mencibir melihat salah seorang temannya itu.


“Ngapain bawa payung segala.” Ujar seorang sambil tertawa.

Dia tidak tampak malu dan bahkan dengan enteng ia menimpalinya,

“Kita mau ngapain toh? Kita mau sholat istisqo kan?”

“Bukannya kita harus yakin dalam berdoa jika ingin terkabul. Nah ini beginilah bentuk keyakinanku. Kalo gak yakin dikabulkan, ngapain berdoa kalo gitu”

Semua teman-temannya terpabelalak mendengar jawaban itu. Mereka hanya bisa manggut-manggut tanpa bisa mendebatnya lagi.

Pesan moral : Kita harus yakin dengan apa yang kita lakukan.

Saturday, August 18, 2012

Saat Kau Gelisah


Saat kau gelisah dengan permasalahan yang menghimpitmu
Dan kau merasakan segalanya menjadi sesak
Lihatlah langit yang luas dengan berjuta bintang
Mereka senantiasa bersinar dan beredar dalam garisnya tanpa ada sedikit cela yang bisa kau salahkan
Kemudian sadarilah bahwa Allah akan sangat mudah untuk menghilangkan segala gundah yang menyesakkanmu
Panggilah Dia dengan nama-nama-Nya dan mintalah apa yang ingin kau minta

Saat kau resah akan segala rasa kekuranganmu
Kau berpikir apa yang kau inginkan tidak kunjung kau dapatkan
Ingatlah kenikmatan yang belum sempat kau syukuri
Beribu-ibu kemudahan dan keberlimpahan yang kerap kau abaikan
Hingga kau menganggap masih ada kebahagiaan yang belum lengkap
Ingat ragamu dengan kebugaran yang masih prima
Keberadaan orang-orang terdekatmu yang masih bisa kau nikmati kebersamaannya, kau sayangi dan menyayangimu
Ingat pula segenap kemampuan yang melekat pada dirimu yang tetap bisa kau gunakan untuk kepetinganmu

Saat kau gelisah dengan kepedulian Allah untuk mendengarmu, melihatmu, dan memperhatikanmu
Seolah-olah kau merasa Dia terlalu jauh untuk sekedar menyambutmu
Rasakan dinginnya angin atau panasnya udara yang sering kau keluhkan itu
Perhatikan aliran air sungai atau derasnya air hujan
Dan sadari detak jantung yang masih kau dengar dan rasakan itu
Dari sanalah kau akan benar-benar sadar jika Allah begitu dekat denganmu dan Dia senantiasa berada dalam setiap hembusan nafasmu

Tak ada yang perlu dan pantas kau gelisahkan jika kau menyadari betapa dekatknya Dia untukmu

Friday, August 17, 2012

Tong Sampah Di Negeriku


“Prok...prok...prok...”
Suara langkah kaki mendekatiku. Harapanku tetaplah sama seperti sebelumnya. Berharap ada seseorang yang memasukkan sesuatu di dalam perutku. Hari-hariku kerap dipenuhi kenyarisan. Puluhan benda-benda sisa keperluan mereka hampir menjadi makananku. Namun seringkali tidak jadi.

Aku menunggu orang itu menghampiriku. Membuka topiku dan menjatuhkan bungkus makanan yang ia bawa ke dalam perutku.

Ah, ternyata masih sama. Orang yang terakhir melintas hanya melemparkan selembar plastik di bawahku. Aku heran dengan orang-orang sini. Aku dibuat oleh mereka untuk digunakan. Mereka mengecatku dengan warna yang indah dan tulisan-tulisan sebagai penanda di tubuhku. Mereka pun berharap kebersihan lingkungan dengan keberadaanku di sudut-sudut kota. Namun tidak berfungsinya diriku ibarat seonggok rongsokan yang terletak di tepi jalan.

Tubuhku mulai lemas. Terik matahari membagikan panas dengan diriku. Gelitikan angin berhembus tak mampu membuatku tersenyum.

Sudah beberapa hari ini perutku memang tak terisi. Setumpuk makanan hanya tergeletak beberapa centimeter saja di dekat kakiku. Andai aku punya tangan, kuraih benda tak berguna itu lalu kumasukkan lewat kepalaku. Atau jika kakiku bisa bergerak, aku akan lari menuju teman-temanku yang berada di negeri seberang. Dan aku tidak akan semenderita ini tentunya.

Terkadang aku iri dengan teman-temanku di negara-negara lain. Di Jepang, masyarakatnya begitu menyayangi benda-benda sepertiku. Mereka memanfaatkanya dengan sangat baik. Teman-temanku hidup teratur. Mereka bahkan mempunyai jadwal bervariasi setiap harinya.

Tidak hanya di negeri olahraga sumo itu berasal, kawan-kawanku  di Singapura pun turut bahagia. Masyarakat yang begitu memperhatikan lingkungan menjadikan fasilitas sepertiku tak pernah berpuasa. Teman di Amerika Serikat, kawan di negara-negara Eropa, dan sahabat di Selandia Baru tak akan merintih karena pembiaran seperti diriku. 

Apa sih bedanya diriku dengan mereka. Apakah hanya sekadar bentuk ataukah perkara tempat di mana kami diletakkan. Ataukah karena arogansi masyarakat dengan sikap acuh dan ketidakpedulian mereka terhadap bumi mereka sendiri. 

Aku hanya bisa menangis. Menangis bukan hanya kesedihan nasibku. Aku pun menangis juga karena rasa ibaku terhadap kebodohan orang-orang sekitarku.  Kelalaian mereka dengan lingkungan. Dan kebiasaan buruk mereka. Benda yang seharusnya mereka letakkan di dalam perutku tergeletak, berserakan, bahkan berenang bebas di sungai-sungai mereka. Mereka lupa bahwa bencana banjir siap mengancam diri dan keluarga mereka. 

Kecerobohan terhadap makanan-makananku adalah awal malapetaka bagi mereka.  
Coba bayangkan seberapa besar kerugian jika bencana itu terjadi. Rumah-rumah hanyut. Berbagai fasilitas umum rusak. Dan tak jarang nyawapun menjadi bayaran karena ulah mereka. 

Sebenarnya pemerintah di negeriku cukup peduli. Mereka mempunyai tim kebersihan. Truk-truk yang gagah pun mereka miliki. Area pembuangan akhir terbentang luas. Dan slogan-slogan himbauan yang tak kalah dengan calon legislatif terpajang di perempatan kota. Mereka masih bekerja. 

Namun slogan-slogan itu hanya omong kosong layaknya kebanyakan janji-janji para politikus di masa kampanye jika tiada gerak realisasi. Atau tidak akan maksimal jika hanya bergerak di satu sisi. Pemerintah dan masyarakat ibarat sepasang roda kendaraan. jika hanya satu roda bergerak, kendaraan tidak bisa jalan. Barangkali hanya bisa berputar-putar di tempat. Tidak ada progess. Dan kerap sia-sia. 

Aku masih termenung dalam kegelisahanku. Aku berdiri pucat di antara lalu lalang orang. Orang-orang tak peduli dengan kondisiku, bahkan kondisi mereka sendiri tak tahu. Tak sadar akan potensi yang mengancam mereka. 

Terpaan angin sesekali menggoyang-goyang tubuhku. Ia semakin bebas membuatku berayun-ayun. Barangkali ini kesempatan baginya untuk mempermainkanku. Tiada pemberat lagi di dalam tubuhku. Aku kesepian, kosong, lapar . Dan aku sekarat.

Thursday, August 16, 2012

Apabila Sangkakala Ditiup

Alam semesta

Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

Padang Arafah

Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

Matahari

Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:
- Pemimpin yang adil.
- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan
dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.


Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing- masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitabamalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah /Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
Sebuah neraca


Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan diadili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :
- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. (Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70000 orang yang lain.

Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

Diambil dari : https://www.facebook.com/pages/Hidup-Itu-Indah/232631253513004

Obsesi Selebritis

Suatu pagi, seorang mahasiswa telat masuk kuliah. Kebetulan dosen yang berada di kelas adalah dosen  tua namun dikenal tidak mentoleransi keterlambatan. Mahasiswa itu masuk dengan mengendap-endap dan hendak mengambil kursi di belakang.



Dosen                   : Eh, duduk depan sini!
Mahasiswa          : (berjalan menuju duduk di baris paling depan seperti yang diperintahkan oleh sang dosen)
Dosen                   : Kenapa kamu telat?
Mahasiswa          : Hmm.... anu Pak, tadi mandi Pak.
Dosen                   : Kamu tadi pake’ sabun apa?
Mahasiswa          : Lifebouy Pak. (jawabnya mantap)
Dosen                   : Oh, begitu. Kalau saya pake’ sabun Lux. Kamu nggak tanya kenapa saya pake’ sabun Lux?
Mahasiswa          : Iiiiya, emang kenapa pake’ Lux, Pak? (sambil keheranan dengan pertanyaan dosen senior itu)
Dosen                   : Karena sembilan dari sepuluh selebritis Indonesia pake’ Lux.
Kelas                    : @%%%%%@

Tuesday, August 14, 2012

Menghidupkan Hidup






Bukan hidup jika berjalan tanpa perkembangan di tiap detik yang dihabiskannya

Pengetahuan dan pengalaman baru selalu dituntut kehadirannya
Seperti kuncup mawar yang perlahan membukakan keindahan pesonanya
Atau ulat yang terus mengarungi waktu untuk menjadi kupu-kupu dengan sayap kebanggaannya

Setiap raga berjiwa harus bergerak maju atau berjalan naik
Dunia yang terus berputar seakan mengisyaratkan untuk siap terpental jika berdiam diri
Semuanya berlari, terpacu, dan terdesak di kompetisi yang sedang berjalan

Tampak melelahkan bahkan kerap menyakitkan
Akan lebih menyakitkan tersadar kala diri mulai melemah
Perubahan merupakan kodrat alam dan kebutuhan manusia
Kebahagiaan tercipta bila ada harmonisasi keduanya

Karenanya memberi arti dan pemahaman baru di setiap nafas itulah makna hidup sesungguhnya

Kuali Besar

Pagi itu Lutva tampak berpikir keras. Terlukis tiga garis yang cukup jelas berkerut di dahinya. Sambil jari telunjuk kanannya memencet pelipis kanannya, ia berharap menemukan jawaban atas apa yang sedang mengganjal di pikirannya. 

Kebingungannya berawal ketika ibunya membawakannya ikan yang berukuran besar. Ikan itu dibeli dari pasar subuh yang cukup jauh dari rumahnya. Saat itu ibunya terburu-buru untuk mengambil belanjaan lainnya yang tertinggal di pasar. Lutva diminta sang ibu untuk menggoreng ikan yang masih segar tersebut. Lutva memang sering melihat ibunya menggoreng ikan. Baginya pekerjaan itu cukup mudah. Meskipun ia belum pernah melakukannya sendiri sebelumnya. Kesempatan itu tak ingin disia-siakan gadis berumur sembilan tahun itu untuk membuktikan bahwa ia layak diandalkan.

Ikan merupakan makanan kesukaannya. Sejak kecil ia selalu meminta agar ibunya menyediakan ikan goreng di setiap menu sarapan. Namun ia tidak pernah membayangkan jika sekarang makanan yang selalu menjadi favoritnya itu mengharuskan ia untuk berpikir. 

Meski seringkali ia melihat ibu memasak ikan, namun ada sedikit perbedaan yang ia lihat kali ini. Ikan itu berbeda dari ikan yang biasa dibeli ibunya. Ukurannya cukup besar jika untuk dimakan sendiri dan terlalu lebar untuk digoreng dengan menggunakan kuali biasa.

“Aku harus mencari kuali besar.” pikirnya.

Lutva segera menuju dapur dan mulai membongkar-bongkar peralatan masak di dalam lemari dapur. Sekian menit ia sibuk dengan membolak balik perkakas dapur, ia tetap belum menemukan kuali yang ia butuhkan. Ide yang terlintas dalam pikiran mengarahkannya untuk meminjam ke tetangganya. Bergegas ia lari menuju rumah bu Rohmah, tetangga terdekat yang tinggal sebelah kiri rumahnya.

“Permisi Bu, bolehkah saya pinjam kuali yang besar?” pinta Lutva.

Wanita separuh baya itu menoleh dan menyahut,

“Apakah yang kamu cari seperti itu?” tunjuk bu Rohmah ke benda yang menggantung di tembok dapur.

“Bukan Bu, mungkin ada yang lebih besar lagi dari itu?” lanjut Lutva.

Bu Rohmah menggelengkan kepala sambil senyum. Lutva selanjutnya menuju rumah kedua. Kali ini ia berharap akan mendapatkan kuali yang ia maksudkan. Sayang hasilnya pun tidak jauh berbeda. Tetapi ia tidak berhenti di situ. Ia terus mencari sampai ia benar-benar menemukan benda yang bisa digunakan untuk menggoreng makanan kesukaannya. 

Sudah lima rumah ia datangi. Tak satu pun dari mereka memiliki kuali besar. Ia memutuskan untuk pulang. Ia menunggu ibunya pulang dari pasar dan berharap membawa kuali besar. Lutva duduk di meja makan. Matanya tak henti-hentinya memandang ikan sambil membayangkan jika ikan itu sudah matang.

Tak selang lama ibunya datang. Sebelum ia mengeluhkan sulitnya mencari kuali besar, sang ibu mendahuluinya,

“Kenapa ikannya belum digoreng?” 

“Aku belum menemukan kuali besar yang cukup untuk menggoreng ikan itu Bu.” kata Lutva dengan wajah sedikit putus asa. 

Lutva menceritakan apa yang telah ia lakukan untuk menemukan kuali besar. Sang ibu hanya tersenyum dan membungkukkan badan di depan Lutva. Wajahnya menghadap lurus dengan wajah Lutva yang tampak basah oleh keringat itu. 

“Sayang, kamu tidak harus mempunyai kuali besar untuk bisa menggoreng ikan yang besar.” kata ibu lembut.

Lutva masih bingung dengan pernyataan ibunya. Ia penasaran bagaimana ikan sebesar itu bisa matang kalau menggoreng dengan kuali kecil yang ada di dapurnya. Ibu menangkap raut muka polos putrinya yang masih belum mengerti itu.

“Kamu tetap bisa menggorengnya dengan kuali kecil yang kita miliki. Caranya potong dulu ikan itu menjadi ukuran kecil-kecil dengan pisau, lalu tinggal goreng deh.”
“Oh, iya!” sahut Lutva sambil menepuk pelan kepalanya.

Lutva mengangguk. Ia terlihat lega. Hari itu Lutva mendapatkan pelajaran berharga. Ia memahami bahwa banyak cara untuk menyelesaikan pekerjaan. Selalu ada cara kedua jika cara pertama tidak berhasil. Seperti halnya yang ia pahami bahwa tidak harus mempunyai kuali besar untuk menggoreng ikan yang besar. 

Selain itu, ia juga menyadari bahwa sesuatu yang dimilikinya adalah yang terbaik dan sudah cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ia hadapi.

Sihir ala OVJ

OVJ (Opera Van Java) merupakan acara komedi yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Program yang disiarkan di salah satu televisi swasta itu mengusung format pewayangan orang. Begitu populernya acara tersebut membuat para pemainnya dikenal di seantero tanah air. Lantas apa yang menjadikan acara yang disiarkan 5 hari dalam seminggu itu mampu menyihir masyarakat Indonesia?

Keberagaman karekter

Personil utama OVJ terdiri dari 5 orang. Parto sebagai dalang dan Andre, Sule, Aziz, serta Nunung yang berlakon sebagai wayang. Kelima personil memiliki warna tersendiri. Parto dan Nunung adalah orang Jawa, Sule dan Aziz orang Sunda, sedangkan Andre adalah orang Batak. Komposisi tersebut memberikan kelucuan tersendiri manakala seorang wayang mencoba berbicara bahasa daerah yang bukan merupakan bahasa ibunya, seperti ketika Sule yang merupakan orang sunda tulen memaksa diri berbicara bahasa Jawa. Hasilnya tentu sudah kita perkirakan. Tak ada perbendaharaan lain yang keluar dari mulutnya selain. “ora opo-opo”, “wani piro”, “ngapusi”, “ojok nesu” .
 
Perbedaan karakter yang melekat pada masing-masing wayang menyuguhkan kekocakkan yang menggelitik. Andre yang masyhur sebagai calon wali kota gagal adalah wayang spesialis menggombal dan bernyanyi. Sule dengan hidung mancung ke belakang merupakan spesialis penyanyi dadakan dan ahli olah air muka. Aziz yang gemar dalam penyamaran tokoh terkenal maupun sama sekali tak dikenal. Nunung yang merupakan satu-satunya wayang perempuan adalah spesialis hantu dan kerapkali ngompol manakala tak kuat menahan tawanya. Dan parto sendiri adalah sosok dalang yang menjadi langganan request penonton untuk menjelma menjadi Ariel Peterpan sekenanya.

Kreatif

Gombal telah menjadi tren saat ini. Bahkan adalah salah satu stasiun televisi swasta yang membuat program yang berjudul raja gombal. Personil OVJ yang jago nggombal sekaligus mempopulerkan permainan kata yang ditujukan untuk merayu adalah Andre. Berikut merupakan salah satu contoh gombalan yang pernah dipakai Andre terhadap “korban”-nya. Andre : “Kamu habis ini mau pergi ke mana?” Korban : “Nggak ke mana-mana, emang kenapa?” Andre : “Kalau gitu pergi ke hatiku aja.” Kejepit (terjepit) merupakan lelucon yang dengan sengaja meletakkan tangan atau bagian tubuh lainnya pada suatu benda seperti pintu, kursi, atau properti lainnya yang tentunya tidak berbahaya karena terbuat dari bahan sterofoam.

Setiap wayang memiliki ciri khas tersendiri dalam melakukan adegan lelucon ini. Andre yang dikenal dengan teriakan “cia-cia-cia”, Parto yang mematenkan “watau-watau”-nya, dan Aziz yang mengambil cara “wataaaau” sebagai ekspresinya. Untuk melakukan lelucon ini, minimal ada 3 orang. Dua orang sebagai aktor utama, dan seorang lagi menjadi korban. Aktor utama bersekongkol untuk menjalankan rencana. Setting dari adegan ini disesuaikan sesuai dengan cerita yang mau dibuat. Yang jelas ketiganya harus berada di tempat yang sama dan berdekatan.

Contoh adegan ini ketika Deddy Corbuzier (yang waktu itu sebagai dalang tamu) menjadi korban. Sebagai aktor utamanya Andre dan Aziz; Andre : “tok...tok...tok...!” Aziz : “Eh, Pak Haji. Ada apa?” Andre : “Mau nyari lampu ada?” Aziz : “Oh, kebetulan ini ada lampu taman.” (sambil nunjuk kepala Deddy) Ini salah satu adegan yang ditunggu-tunggu sebagian penonton. Ini dilakukan dengan mendorong paksa korban atau menjebaknya untuk duduk di kursi “bohongan”. Properti yang digunakan tentunya terbuat dari bahan lunak (sterofoam)

Inovatif

Cerita-cerita yang dihadirkan dalam OVJ selalu segar dan beragam di setiap episodenya. Mulai dari cerita-cerita lokal, tradisional atau modern, hingga cerita-cerita yang berasal dari luar negeri. Hadirnya bintang tamu di OVJ memberikan warna tersendiri. Selain itu, ini juga memberikan job kepada bintang tamu itu sendiri. Bintang tamu adalah public figure dari berbagai latar belakang mulai dari penyanyi, pemain film atau sinetron, olahragawan, hingga para politisi,tentunya memiliki fans masing-masing, sehingga kehadiran mereka akan berperan sebagai magnet.

Spontanitas

Ini adalah sihir terkuat yang ada pada OVJ. Meskipun naskah cerita sudah ditentukan, tapi ketika pementasan berlangsung selalu melenceng dari skenario. Tak jarang ketika sang dalang adalah bintang tamu, mereka dibuat kesal olehnya. Properti yang ada di panggung dibuat memang untuk dirusak. Selain untuk adegan “dorongan”, properti tersebut acap kali di ambil (sebagian atau seluruhnya) untuk dijadikan alat-alat tertentu. Misalnya tiang listrik digunakan sebagai rokok, pegangan kursi untuk korek, meja sebagai alat musik, dan sebagainya. Para wayang di OVJ tampaknya sudah menyatu dan mengenal karekter masing-masing. Ini membuat mereka begitu kompak di setiap adegan. Terlihat ketika salah seorang wayang menggunakan properti tertentu sebagai rokok, segera tanpa diminta wayang yang lain mengambil properti secara acak untuk dijadikan sebgai korek.

Dekat dengan penggemar

Sebagaimana pedagang yang ingin mempertahankan pelanggan, manajemen OVJ menggunakan Roadshow sebagai cara memupuk loyalitas sekaligus lebih dekat dengan penonton. Dan sambutan yang diterima tidak pernah mengecewakan. Mulai dari kedatangan yang disambut bak presiden, sampai antusias warga setempat yang tidak pernah menyisakan ruang kosong di lapangan tempat digelarnya pagelaran. Pernah juga cerita yang dibawakan merupakan kiriman dari pemirsa. Dan pihak manajemen membuka kesempatan bagi pemirsa yang lain untuk mengirimkan ide-ide cerita.

Begitulah kurang lebih sihir yang dimiliki OVJ. Patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, karena masih sangat jarang program buatan anak negeri yang mampu menyita perhatian semua kalangan di negeri ini.