Sunday, August 26, 2012

Tour of Lebaran 2012 in Pictures

Akar pohon bakau (mangrove)
Kue Brownies (godaan saat puasa syawal) di rumah seorang teman
Bunga yang indah namun getahnya bisa membutakan mata menurut seorang 
penduduk setempat














Saya tidak bermaksud ingin bunuh diri xD















Hidup memang penuh lika-liku :D
Kawasan kering















Lumut-lumut berserakan di pantai
Rasakan pukulan mautku! hehe :D

Mengukir di pasir
Menjelang matahari terbit di pesisir pantai
Seorang teman sedang merayu, wah maho nih! hihihi














Mobil incaran sholawatan. hehehe!















Area peristirahatan di Kumitir
Silaturrahim bareng-bareng pake mobil pick up. Kalo di lihat dari platnya sih kayaknya mobil baru :)















Pohon tempat mangkal perahu-perahu kecil


















Pohon mindi. Biasanya daunnya digunakan obat gatal-gatal.















Ruang tamu di rumah seorang teman. Kecil tapi tampak cantik.
Gapura selamat datang kota Bondowoso















Gapura selamat datang kabupaten Jember
Gapura selamat datang kabupaten Situbondo














Gapura selamat jalan kabupaten Banyuwangi
Gapura selamat jalan kabupaten Situbondo
Matahari terbit















Teler!!! (>_<)
Aaaa.....Tolong...!!!!

Saturday, August 25, 2012

Yakinlah Pada Tuhanmu




Tuhan tidak pernah ragu, janganlah kau meragukan-Nya

Tuhan tidak mungkin lupa, janganlah kau melupakan-Nya

Tuhan selalu terjaga, maka jangan lelah menjaga harapanmu

Tuhan Maha Menyayang, maka sayangilah hidupmu

Tuhan itu penuh kasih, maka kasihanilah dirimu dengan berbagi untuk sesamamu

Tuhan sabar menanti usaha terbaikmu, maka sabarlah menunggu balasan terbaik-Nya

Tetapkan hatimu, teguhkan tekadmu, hidupkan nyalimu

Yakinlah...! Yakinlah...! Tuhan tidak akan pernah meninggalkan keindahan amalanmu

Friday, August 24, 2012

Tuhan Maha Lembut




“Wow! benarkah?” tanya Ubed.

Ubed mencoba terus mendengarkan Ivan bercerita. Sudah hampir satu jam Ivan bercerita panjang lebar. Ivan adalah teman yang baru ia kenal dua hari lalu. Ia bertemu pertama kali di rumah kosnya. Perbincangan itu terjadi saat Ivan berkunjung untuk kali kedua di tempat yang ia tinggali.

Dalam obrolan santai itu, Ivan selalu mendominasi. Namun Ubed mencoba mengontrol raut mukanya agar tetap terlihat biasa.

Sesekali Ubed menambahi cerita atau sekadar mengekspresikan ketakjubannya. Sebenarnya cerita Ivan sungguh membosankan baginya. Pembicaraan yang terlalu self-centric itu membuatnya muak. Memang bukan perkara yang aneh ada seseorang yang mendominasi dalam suatu obrolan. Mendominasi menunjukkan antusisme. Tapi jika  hanya itu yang dilakukan Ivan, tentu saja Ubed tidak akan merasa panas telinganya. Hal yang membuatnya harus meninggalkan percakapan itu adalah sikap Ivan yang terkesan menuturi atau menceramahi. Sehingga orang-orang disekelilingnya tampak bodoh.

Ubed mulai mencari cara untuk bisa keluar. Pandangannya menyapu benda-benda sekelilingnya. Ia berharap ada sesuatu yang bisa membantunya. Setelah menyisir meja yang ada di hadapannya, matanya terhenti pada benda berbentuk kotak kecil yang sudah sangat akrab dengan manusia. Ya, handphone memang alat yang reasonable untuk melepaskan kita dari situasi yang kurang mengenakkan. Bisa sekadar melihat jam, mengecek SMS masuk, pura-pura browsing,  atau berlagak seolah-olah  menerima telpon.
Ia pencet tombol merah yang berada di ujung kanan atas. Di sana terbaca pukul 16.00. 

Sambil senyum,

“Sorry, aku pamit dulu.” Kata Ubed.

Ivan dan yang lain mempersilakannya. Ia segera menuju kamarnya.

Sesaat ketika ia terpisah dari perbincangan itu, Ubed terdiam. Ia terpaku dalam duduknya. Nampaknya ia memikirkan sesuatu. Sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

“Astaghfirullah...” ucapnya.

Tiba-tiba ia merasa begitu bersalah.Ia membandingkan apa yang baru ia rasakan dengan teman-temannya. Ia mencoba memikirkan apa yang dirasakan teman-temannya ketika ia bercerita seperti Ivan. Barangkali orang lain merasakan seperti yang ia rasakan.

Tuhan memang maha lembut seperti salah satu namanya Al-latif. Dia kerapkali mengingatkan dengan cara-cara yang sangat halus. Hingga hal itu tidak akan disadari tanpa sedikit perenungan mendalam.

Ubed berfikir ini adalah teguran Allah kepadanya jika barangkali ia juga suka mendominasi, suka melebih-lebihkan cerita, dan sering membanggakan diri dalam bercerita.

Thursday, August 23, 2012

Belajar Dari Daun



Anda tahu pohon? Ya, saya yakin semua orang pernah melihatnya atau bahkan memilikinya. Setiap pohon pada umumnya memiliki daun. Daun itu sendiri berfungsi sebagai tempat pernafasan dan “dapur” dalam proses kelangsungan kehidupannya. Selain itu, masih banyak fungsi daun yang lainnya.

Kita tidak membicarakan daun dari segi bioliginya. Tetapi dari segi filosofinya. Ada hal yang menarik yang bisa kita petik dari bagian tumbuhan yang berwarna hijau ini. Sebuah kebijaksaan hidup terkandung olehnya.

Daun suatu ketika akan rontok atau terlepas dari pohonnya. Jika kita perhatikan, daun yang rontok itu tidak harus yang tua dan berwarna coklat. Daun yang hijau dan masih segar pun bisa saja rontok. Entah itu karena angin, campur tangan burung, faktor kesengajaan manusia, atau memang benar-benar jatuh secara alamiah. Tak ada yang mampu memprediksikannya dengan pasti.

Pun demikian juga dengan nyawa. Ada banyak sekali cerita mengenai kematian yang tertunda. Guru saya pernah bercerita bahwa ada seorang dokter secara pengamatan medis memperkiraan seorang pasien yang diperiksanya tidak akan  berumur lebih dari tiga bulan.

Namun nyawa tetaplah menjadi misteri Allah Swt. Setelah tiga bulan berlalu, ternyata si pasien masih hidup. Dan anehnya lagi sang dokter yang memeriksanya malah meninggal duluan!

Begitulah sebuah nyawa. Kita sendiri tidak tahu kapan nyawa kita sendiri akan lepas dari raga kita. Baik saat usia tua atau ketika masih muda. Apakah besok, besok lusa, nanti, atau bahkan sekarang. Maka bijaklah jika kita senantiasa mempersiapkannya. Ketakutan dan kekhawatiran bukanlah hal yang baik. Dan yang terbaik adalah mengopmtimalkan kesempatan yang masih ada.

Wednesday, August 22, 2012

Dermaga Muncar In Pictures

Berangkat melaut. Bismillah!
Kapal-kapal nelayan (sedang tidak beroperasi)















Berburu ubur-ubur
















 
Cumi-cumi

Dua ekor ubur-ubur
Hasil buruan. Alhamdulillah sesuatu ya :-D
Ikan dijual (wow! ada ikan pari juga)















Ikan-ikan kecil
















Jalan dermaga
Jalanku masih panjang
Menemukan target ubur-ubur
Menunggu wangsit (biar cepat ketemu jodoh)
Pangkalan kapal














Para bujangan tekor.
Semoga Allah senantiasa memberi mereka petunjuk! XD
















Lapak pasar yang tidak beroperasi














Pedagang ikan
Dua orang pemancing ikan















Sebuah perahu nelayan melintas














Siap pulang
Tempat ikan

Tempat pelelangan ikan

Trio macan bokek xD

Seekor ubur-ubur (waduh! puntung rokok siapa tuh?)